Apa itu Perkara Ekonomi Syariah?

Perkara Ekonomi Syariah—Dalam berbisnis atau menjalankan usaha, tak jarang ditemukan adanya sengketa yang terjadi. Sengketa yang terjadi dapat bermacam-macam baik di antaranya wanprestasi maupun perbuatan melawan hukum. Nah, persengketaan juga dapat terjadi dalam bisnis yang berbasis syariah bernama sengketa ekonomi syariah.

Pertama-tama kita perlu tau dulu apa yang dimaksud dengan ekonomi syariah. Ekonomi Syariah merupakan ekonomi yang berlandaskan pada nilai-nilai Islam. Ketentuannya diatur berdasarkan pada Al-Quran, As-Sunnah, Ijma’, juga Qiyas. Dalam praktik ekonomi Islam, karenanya mulai dari perikatan perjanjian (akad) hingga kegiatan ekonominya semuanya tidak boleh menyalahi aturan syariat-syariat Islam.

Penjelasan Pasal 49 huruf i UU Nomor 3 Tahun 2006 tentang Perubahan atas UU Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama menjelaskan mengenai apa saja yang menyangkut perkara ekonomi syariah, yakni:

  1. bank syari’ah;
  2. lembaga keuangan mikro syari’ah.
  3. asuransi syari’ah;  
  4. reasuransi syari’ah;
  5. reksa dana syari’ah;  
  6. obligasi syari’ah dan surat berharga berjangka menengah syari’ah;
  7. sekuritas syari’ah;
  8. pembiayaan syari’ah;  
  9. pegadaian syari’ah;
  10. dana pensiun lembaga keuangan syari’ah; dan  
  11. bisnis syari’ah.

Berbeda dengan sengketa perdata umum, di mana sengketanya diselesaikan oleh Pengadilan Negeri sebagai kewenangan absolut, kewenangan absolut perkara ekonomi syariah ada pada Pengadilan Agama. Hal ini diatur dalam Pasal 5 UU Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah yakni:

  1. Penyelesaian sengketa Perbankan Syariah dilakukan oleh pengadilan dalam lingkungan Peradilan Agama
  2. Dalam hal para pihak telah memperjanjikan penyelesaian sengketa selain sebagaimana dimaksud pada ayat (1), penyelesaian sengketa dilakukan sesuai dengan isi akad.
  3. Penyelesaian sengketa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak boleh bertentangan dengan Prinsip Syariah.

Selain di Pengadilan Agama, perkara ekonomi syariah juga dapat diselesaikan lewat Arbitrase melalui Badan Arbitrase Syariah Nasional (Basyarnas) sebagai alternatif jalur non-litigasi dengan kesepakatan oleh para pihak yang berperkara.

Related Post
Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah Melalui Badan Arbitrase

Dalam berbisnis sengketa merupakan sesuatu hal yang kerap terjadi tak terkecuali untuk bisnis yang didasarkan pada prinsip-prinsip syariat Islam. Sama Read more

Kenali Perbedaan Takaful dan Asuransi Konvensional

Perbedaan Takaful dan Asuransi Konvensional—Dalam meminimalisir risiko, asuransi merupakan salah satu pilihan yang banyak dipilih oleh banyak orang. Ada pelbagai Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *