Ingin Mengajukan Restrukturisasi Hutang, Pertimbangkan Syarat dan Dampaknya

Pada kondisi tertentu terkadang nasabah perlu mengajukan restrukturisasi hutang di bank. Nasabah bank yang memiliki kredit atau hutang di bank terkadang mengalami kesulitan dalam pembayaran kredit. Dalam keadaan tertentu, debitur dapat meminta permohonan restrukturisasi hutang kepada bank untuk memperbaiki posisi keuangannya.

Fenomena restrukturisasi hutang bisa terjadi akibat debitur mengalami kesulitan keuangan sehingga mengakibatkan ketidakmampuan dalam memenuhi kewajibannya. Kebijakan restrukturisasi hutang sendiri diatur dalam Undang-Undang Perbankan. Namun pengajuan restrukturisasi hutang tidak bisa dilakukan dengan sembarangan, melainkan harus mempertimbangkan beberapa dampak ikutan yang menanti pasca restrukturisasi.

Selain itu, pihak bank juga memberikan syarat-syarat yang ketat kepada debitur yang ingin mengajukan restrukturisasi hutang. Dalam restrukturisasi hutang, tujuan utamanya adalah untuk memberikan keringanan atau kelonggaran kredit kepada debitur. Hal ini dilakukan agar kondisi perkreditan debitur tetap sehat. Dengan demikian, kewajiban debitur tetap dapat dipenuhi.

Pengertian Restrukturisasi Hutang

Restrukturisasi hutang atau kredit adalah suatu istilah yang memiliki kaitan erat dengan dunia keuangan dan perbankan. Pengertian restrukturisasi hutang sendiri adalah suatu upaya untuk memperbaiki hutang atau perkreditan debitur yang mengalami masalah. Permintaan restrukturisasi hutang dipicu oleh adanya kesulitan debitur dalam membayar hutang kepada bank.

Proses restrukturisasi hutang dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain dengan menurunkan suku bunga, memperpanjang jangka waktu pembayaran kredit, mengurangi tunggakan bunga kredit, mengurangi tunggakan pokok, atau menambah fasilitas kredit. Mengajukan restrukturisasi hutang berarti Anda meminta keringanan atau kelonggaran pembayaran dibanding sebelum restrukturisasi.

Restrukturisasi perlu dilakukan pada perusahaan yang mengalami kesulitan sehingga berakibat pada kredit macet. Kreditur dalam hal ini bank dapat mengabulkan permohonan restrukturisasi hutang debitur jika ada syarat-syarat yang terpenuhi. Untuk itu, Anda perlu memahami apa saja persyaratan yang wajib dipenuhi jika ingin restrukturisasi disetujui bank.

baca juga: Utang Jatuh Tempo Saat Covid-19

Syarat Mengajukan Restrukturisasi Hutang

Setidaknya ada dua kriteria yang harus dipenuhi debitur jika hendak mengajukan permohonan restrukturisasi kredit. Yang pertama yaitu debitur mengalami kesulitan atau tidak mampu membayar kredit pokok atau bunga kredit. Jadi, jika debitur tidak memenuhi kriteria ini, bank tidak dapat melakukan restrukturisasi hutang.

Sedangkan syarat kedua yaitu adanya prospek usaha yang potensial sehingga debitur mampu memenuhi kewajiban pembayaran setelah hutangnya direstrukturisasi. Dengan demikian, harus ada bisnis plan yang jelas dan menjanjikan. Jika usaha yang dijalankan tidak berpotensi memperbaiki keuangan perusahaan, kemungkinan besar bank tidak dapat melakukan restrukturisasi kredit.

baca juga: Covid-19: Hubungannya dengan Teori Hardship

Dampak Restrukturisasi Hutang

Restrukturisasi hutang memang dapat menghasilkan kebijakan pembayaran kredit yang lebih lunak. Namun sebelum mengajukan restrukturisasi hutang, Anda perlu mempertimbangkan beberapa hal sebagai dampak kelanjutannya. Restrukturisasi hanya merupakan keringanan cicilan, bukan pembebasan kewajiban. Bentuk restrukturisasi  bisa berupa perpanjangan waktu pinjaman, penurunan suka bunga, atau mekanisme restrukturisasi lainnya.

Restrukturisasi hutang bukan menghapus hutang debitur, melainkan menjadikan besaran cicilan lebih kecil dibanding sebelumnya. Namun, perlu diketahui jika bank tidak menurunkan suku bunga dalam perjanjian restrukturisasi, maka jumlah yang dibayarkan debitur menjadi lebih banyak. Kebijakan restrukturisasi hanya berupa penyesuaian dengan kemampuan debitur dalam membayar kredit.

Jika kondisi keuangan debitur kembali membaik, sebaiknya program restrukturisasi diakhiri. Sebagai gantinya, debitur meminta kreditur kembali ke perjanjian awal. Meski demikian, bank biasanya memberlakukan pokok kredit berdasarkan jumlah pokok terakhir restrukturisasi. Mayoritas bank memberlakukan skema anuitas sehingga pokok kredit pada akhirnya akan kembali besar.

Bank dapat melakukan restrukturisasi hutang kepada nasabah yang mengalami kesulitan membayar cicilan. Namun, debitur harus memiliki prospek usaha yang potensial agar dapat memenuhi kewajibannya pasca restrukturisasi. Mengajukan restrukturisasi hutang adalah kebutuhan mendesak jika tak ditemukan solusi lain.

Related Post
Melindungi Aset Bermasalah Akibat Kredit Macet, Seperti Ini Caranya

Anda perlu mengetahui cara untuk melindungi aset bermasalah agar tidak disita bank karena pengajuan kredit di bank terkadang membuat aset Read more

Apartemen Gagal Bangun, Bagaimana Solusi untuk Konsumen?

Pembangunan suatu apartemen atau gedung melibatkan banyak pihak baik sektor pemerintahan maupun swasta. Sebelum pembangunan, permasalahan legalitas tanah dan ijin Read more

One thought on “Ingin Mengajukan Restrukturisasi Hutang, Pertimbangkan Syarat dan Dampaknya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *