Inilah Langkah Hukum Yang Dapat Ditempuh Bila Merek Anda Digunakan Orang Lain Tanpa Izin

Pengacara Hukum Perusahaan Jakarta – Merek adalah unsur terpenting dalam sebuah bisnis. Semakin terkenal sebuah merek, maka semakin berpotensi pula untuk ditiru atau dibajak oleh orang lain tanpa izin resmi atau lisensi. Tindakan tersebut merupakan pelanggaran merek.

Jika hal ini terjadi kepada pemilik merek tanpa izin atau lisensi, maka dapat merujuk ke Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2006 tentang Merek dan Indikasi Geografis (UU Merek atau MIG). Pemilik merek dapat melayangkan 3 hal, yaitu:

  1. Gugatan Perdata

Mengacu pada Pasal 83 UU Merek, pemilik merek terdaftar dapat mengajukan gugatan kepada pihak lain yang menggunakan mereknya tanpa izin. Gugatan ini dapat diajukan ke Pengadilan Niaga. Gugatan yang diajukan dapat berupa ganti rugi atau penghentian semua perbuatan yang berkaitan dengan penggunaan merek tersebut.

  • Pengaduan Pidana

Diterangkan pada Pasal 100 UU Merek ayat (1) dan (2), bahwa pelanggar yang menggunakan merek sama persis akan dipidana dengan hukuman maksimal 5 tahun dan/atau pidana denda maksimal 2 Milyar Rupiah. Sedangkan pelanggar yang menggunakan merek serupa akan dipidana dengan hukuman maksimal 4 tahun dan/atau pidana denda maksimal 2 Milyar Rupiah. Dan pelanggar dengan klasifikasi yang dijelaskan ayat (1) dan (2) serta yang jenis produknya dapat mengakibatkan gangguan kesehatan, lingkungan hidup, dan/atau kematian manusia dapat dipidana dengan hukuman maksimal 10 tahun dan denda maksimal 5 Milyar Rupiah.

Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100 sampai dengan Pasal 102 merupakan delik aduan. Artinya pelanggar tidak akan ditindak oleh penegak hukum tanpa adanya aduan terlebih dahulu dari pemilik merek.

  • Alternatif Penyelesaian Sengketa

Pihak pemilik merek dan pelanggar dapat menyelesaikan sengketa melalui arbitrase atau alternatif penyelesaian sengketa (Pasal 93 UU Merek).

Yang dimaksud dengan alternatif penyelesaian sengketa antara lain mediasi, negosiasi, atau cara lain yang disepakati oleh kedua pihak. Diharapkan dengan menempuh cara alternatif tersebut dapat mencapai penyelesaian yang menguntungkan kedua pihak.

Sebagai langkah untuk melayangkan gugatan, pemilik merek dapat meminta hakim Pengadilan Niaga untuk menerbitkan surat penetapan sementara tentang pencegahan masuknya barang yang diduga hasil pelanggaran, penyimpanan alat bukti, serta pengamanan dan pencegahan hilangnya barang bukti oleh pelanggar (Pasal 94 UU Merek).

 Adapun persyaratan yang dijabarkan pada Pasal 95 UU Merek untuk permohonan penetapan sementara yang diajukan secara tertulis kepada Pengadilan Niaga sebagai berikut:

  1. Melampirkan bukti kepemilikan merek;
  2. Melampirkan bukti adanya petunjuk awal yang kuat terjadinya pelanggaran merek;
  3. Melampirkan keterangan yang jelas mengenai barang dan/atau dokumen yang diminta, dicari, dikumpulkan, dan diamankan untuk keperluan pembuktian; dan
  4. Menyerahkan jaminan berupa uang tunai dan/atau jaminan bank sebanding dengan nilai barang yang akan dikenai penetapan sementara.  

Contoh kasus sengketa merek yang terkenal adalah kasus “Geprek Bensu”. Melalui Putusan Pengadilan 57/Pdt.Sus-Merek/2019/PN Niaga Jakarta Pusat, Pengadilan Niaga Jakarta Pusat menyatakan menolak gugatan Ruben Onsu sebagai pemilik Geprek Bensu dan menyatakan bahwa PT. Ayam Geprek Benny Sujono sebagai pemilik yang sah atas merek I Am Geprek Bensu berdasarkan Pasal 1 angka 5 juncto, Pasal 21 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, sebagai dasar aturan penyelesaian sengketa Hak Kekayaan Intelektual di bidang Merek.

Dari sengketa antara Geprek Bensu dan I Am Geprek Bensu, kedua belah pihak sepakat untuk menempuh jalur pengadilan untuk menyelesaikan sengketanya. Dalam putusannya, hakim tidak melihat nama Bensu sebagai singkatan nama dari orang terkenal. Dan dapat dilihat dari bukti first to file bahwa I Am Geprek Bensu milik Benny Sujono sudah terlebih dahulu terdaftar pada 3 Mei 2017. Sementara merek Geprek Bensu milik Ruben Onsu terdaftar pada 7 Juni 2018.

Sesuai putusan pengadilan, maka sengketa ini memutuskan untuk membatalkan merek Geprek Bensu milik Ruben Onsu secara keseluruhan.

Baca Juga: Pengaruh Perkembangan Teknologi Terhadap Nilai Ekonomi Karya Cipta di Era Digital

Related Post
Alasan Pembenar dalam menghapus Tindak Pidana

Alasan Pembenar dalam Tindak Pidana— Menjadi korban tindak kejahatan merupakan salah satu risiko yang dihadapi sehari-hari. Dari mulai pembegalan di Read more

Apa itu Residivis?

Residivis dalam Hukum Pidana—Istilah ‘residivis’sudah tidak asing lagi terdengar. Biasanya istilah tersebut sering terdengar pada saat menonton atau membaca portal Read more

One thought on “Inilah Langkah Hukum Yang Dapat Ditempuh Bila Merek Anda Digunakan Orang Lain Tanpa Izin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *