Melindungi Aset Bermasalah Akibat Kredit Macet, Seperti Ini Caranya

Anda perlu mengetahui cara untuk melindungi aset bermasalah agar tidak disita bank karena pengajuan kredit di bank terkadang membuat aset bermasalah. Pengertian aset adalah objek kekayaan yang bernilai ekonomis. Dalam pandangan yang lebih sederhana, aset dapat diartikan sebagai kekayaan yang dapat memberikan manfaat secara finansial.

Sebenarnya aset tak hanya berlaku untuk pribadi, tetapi juga ada aset perusahaan atau bahkan negara. Ditinjau dari segi fisik, ada 2 jenis aset, yaitu berwujud dan tak berwujud. Contoh aset berwujud (tangible asset) misalnya rumah, tanah, emas, uang, kendaraan, dan benda lain yang bisa dilihat fisiknya.

Sedangkan aset tak berwujud (intangible asset) contohnya hak cipta, hak paten, merek dagang, rahasia dagang, dan lain-lain. Sayangnya pengajuan kredit yang Anda lakukan dapat berakibat pada aset bermasalah sehingga rawan penyitaan. Untuk melindungi aset bermasalah, sebelumnya pahami dulu prosedur penyitaan aset berikut ini.

baca juga: Ingin Mengajukan Restrukturisasi Hutang, Pertimbangkan Syarat dan Dampaknya

Bagaimana Bank Menyita Aset Bermasalah

Permasalahan keuangan seseorang sering kali mengakibatkan keterlambatan pembayaran cicilan. Pihak kreditur dalam hal ini bank akan memberikan pemberitahuan keterlambatan pembayaran hutan kepada debitur. Pemberitahuan dapat dilakukan melalui surat atau telepon. Namun, apabila dalam tenggat waktu tertentu tidak diindahkan, bank akan memberikan teguran awal kepada debitur.

Jika pihak debitur tetap tidak merespon teguran yang diberikan, maka bank akan memberikan surat peringatan. Surat peringatan ini sebagai bentuk teguran yang lebih keras. Pihak bank memberikan kelonggaran karena surat peringatan diberikan dalam 3 tahap, yakni SP 1, SP 2, dan SP 3.

Jika sampai pada pemberian SP 3 debitur tidak memberikan respon dan iktikad baik, bank mengubah status pinjamannya menjadi kredit macet. Status kredit macet akan membuat aset debitur terancam. Apabila setelah SP 3 debitur tidak sanggup membayar hutang, maka akan sulit melindungi aset bermasalah.

Pihak bank selanjutnya mengambil tindakan yang lebih tegas, yaitu menyita aset bermasalah. Aset yang disita merupakan sejumlah nilai hutang yang dimiliki debitur. Penyitaan aset tersebut sebagai jaminan kredit dan berada di bawah pengawasan bank. Pihak bank memberikan tanda penyitaan pada aset yang bermasalah.

Cara Melindungi Aset Bermasalah

Aset yang bermasalah akibat kredit macet memang mendatangkan persoalan tersendiri bagi pemilik aset. Namun, jika hal ini terjadi pada Anda, ada upaya-upaya yang dapat Anda lakukan agar aset tetap aman. Cara yang pertama, yaitu Anda dapat meminta kelonggaran dengan cara perpanjangan jangka waktu pinjaman.

baca juga: Utang Jatuh Tempo Saat Covid-19

Misalnya besaran cicilan Anda adalah Rp10 juta per bulan selama 2 tahun. Permohonan perpanjangan kredit bisa diubah menjadi 5 atau 10 tahun. Perpanjangan kredit dapat mengurangi besaran cicilan yang harus dibayarkan per bulan. Sehingga, pembayaran jadi lebih ringan dan Anda dapat melindungi aset bermasalah.

Dengan besaran cicilan yang lebih ringan, diharapkan Anda dapat memperbaiki kondisi cash flow dan dapat menutup hutang. Cara lain agar aset Anda tetap aman adalah menjual aset lain. Cara ini memang berat namun perlu dipertimbangkan untuk menutup tunggakan cicilan.

Jika kondisi finansial membaik, Anda dapat membeli lagi aset yang sama. Yang paling penting adalah mempertimbangkan hitungan cicilan sebelum mengambil kredit. Jangan sampai Anda mengambil kredit yang tidak sesuai kemampuan. Persoalan hutang tanpa perhitungan matang dapat membuat Anda terjebak dalam kredit macet dan membahayakan aset.

Tuntutan hutang memang terkadang membuat seseorang kehilangan aset berharganya. Salah satu alternatif untuk mengatasi kredit macet agar aset tidak disita adalah dengan meminta perpanjangan masa kredit. Melindungi aset bermasalah akibat kredit macet tetap dapat diupayakan dengan usaha yang maksimal.

Related Post
Ingin Mengajukan Restrukturisasi Hutang, Pertimbangkan Syarat dan Dampaknya

Pada kondisi tertentu terkadang nasabah perlu mengajukan restrukturisasi hutang di bank. Nasabah bank yang memiliki kredit atau hutang di bank Read more

Apartemen Gagal Bangun, Bagaimana Solusi untuk Konsumen?

Pembangunan suatu apartemen atau gedung melibatkan banyak pihak baik sektor pemerintahan maupun swasta. Sebelum pembangunan, permasalahan legalitas tanah dan ijin Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *