Pentingnya Akta Ikrar Wakaf dalam Perwakafan

Pentingnya Akta Ikrar Wakaf­— Tidak jarang dalam hal wakaf, ditemui adanya sengketa terkait harta yang telah diwakafkan. Biasanya sengketa terjadi menyangkut adanya hak ahli waris pada harta yang diwakafkan tersebut. Padahal, menurut Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, Pasal 3 menyebutkan bahwa wakaf yang telah diikrarkan tidak dapat dibatalkan. Hal mengenai sengketa atas wakaf ini sejatinya dapat dicegah dengan adanya Pencatatan Ikrar Wakaf.

Agar Wakaf dapat dinyatakan sah, proses wakaf tersebut wajib memenuhi rukun sesuai Hukum Islam (Fiqh) yang terdiri dari 4 macam yakni:

  • Waqif (Orang yang mewakafkan)

Waqif wajib memenuhi kriteria kecakapan hukum (kalamul ahliyah) yang terdiri dari:

  1. Merdeka;
  2. Berakal Sehat;
  3. Dewasa (baligh);
  4. Tidak di bawah pengampuan.
  5. Mauquf ‘alaih (orang yang diberi amanat wakaf)

Dalam hal ini berarti Nazhir yaitu yang diberi amanat untuk mengelola harta wakaf. Pasal 9 UU 41/2004 tentang Wakaf menyebutkan Nazhir meliputi:

  1. Perseorangan;
  2. Organisasi; atau
  3. Badan Hukum.
  4. Mauquf (Harta Benda Wakaf)

Harta wakaf ini dapat berupa harta benda tetap maupun benda bergerak. Di mana harta ini murni yang sah dimiliki oleh Wakif tanpa adanya pembebanan dan hartanya bernilai.

  • Shighat (Pernyataan atau ikrar Wakaf)

Yaitu pernyataan atau ikrar dari wakif yang menyerahkan harta bendanya untuk diwakafkan.

Selain dari syarat rukun tersebut, Pasal 6 UU 41/2004 tentang Wakaf juga mengatur beberapa unsur yang mesti dipenuhi agar wakaf dapat dipandang sah yakni:

Wakaf dilaksanakan dengan memenuhi unsur wakaf sebagai berikut:

  1. Wakif;
  2. Nazhir;
  3. Harga Benda Wakaf;
  4. Ikrar Wakaf;
  5. peruntukan harta benda wakaf;
  6. jangka waktu wakaf.

Dalam aturan di atas, pada huruf d tercantum adanya Ikrar Wakaf. Ikrar Wakaf tersebut diamanatkan untuk dicatat dalam bentuk Akta Ikrar Wakaf oleh UU 41/2004 tentang Wakaf, yakni pada Pasal 21 ayat 1 dan juga apa saja yang wajib dimuat dalam sebuah Ikrar Wakaf yaitu:

  • Ikrar Wakaf dituangkan dalam akta ikrar wakaf.
  • Akta ikrar wakaf sebagaimana dimaksud pada ayat 1 paling sedikit memuat:
  • Nama dan identitas wakif;
  • Nama dan identitas Nazhir;
  • Data dan keterangan harta benda wakaf;
  • Peruntukan harta benda wakaf;
  • Jangka waktu wakaf.

Pelaksanaan Ikrar Wakaf juga diatur dalam Pasal 17 ayat 1 dan 2 UU 41/2004 tentang Wakaf di mana ikrar dinyatakan di hadapan PPAIW (Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf), untuk lebih jelasnya:

  • Ikrar wakaf dilaksanakan oleh Wakif kepada Nadzir di hadapan PPAIW dengan disaksikan oleh 2 (dua) orang saksi.
  • Ikrar Wakaf sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dinyatakan secara lisan dan/atau tulisan serta dituangkan dalam akta ikrar wakaf oleh PPAIW.

Dampak dari tidak terpenuhinya syarat wakaf yakni tidak adanya Akta Ikrar Wakaf adalah kemungkinan timbulnya sengketa kemudian hari. Ikrar Wakaf yang hanya dilakukan di bawah tangan dapat berakibat pada perbuatan wakaf batal demi hukum. Contoh kasusnya bisa kita lihat pada Putusan Nomor 987/Pdt.G/2003/PA.Smg di mana majelis hakim mengabulkan gugatan dari ahli waris atas penarikan kembali harta wakaf karena dalam persidangan, tidak ditemukannya Akta Ikrar Wakaf yang merupakan bukti otentik atas telah terjadinya perbuatan hukum perwakafan.

Maka berkaca dari kasus ini, penting untuk shigat atau ikrar wakaf dicatat dan dituangkan dalam bentuk Akta Ikrar Wakaf yang dikeluarkan oleh PPAIW selaku pihak yang berwenang, karena hal ini disamping dapat meminimalisir adanya sengketa pada harta wakaf juga menjadikan harta wakaf menjadi sah menurut hukum negara.

Related Post
Dapatkah Tanah Wakaf diambil oleh Ahli Waris?

Tanah Wakaf diambil oleh Ahli Waris Wakif—Wakaf merupakan salah satu bentuk tindakan seseorang dalam beribadah atas nama Allah SWT, di Read more

Anak Angkat dalam Pembagian Harta Warisan

Anak Angkat dalam Pembagian Harta Warisan—Mengangkat (adopsi) anak bukan hal yang baru di Indonesia. Perbuatan mengangkat anakpun sesungguhnya memunculkan beberapa Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *