Pentingnya Komite Audit Dalam Perusahaan

Konsultan Hukum Bisnis Jakarta – Komite Audit adalah komite yang dibentuk oleh dan bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris dalam membantu melaksanakan tugas dan fungsi Dewan Komisaris. Komite Audit merupakan salah satu jenis komite yang dibentuk sendiri oleh Dewan Komisaris yang sifatnya fakultatif (menurut penjelasan Pasal 121 ayat (1) UU Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas atau UUPT).

Dalam menjalankan fungsinya, Komite Audit memiliki tugas dan tanggung jawab yang meliputi:

  1. Melakukan penelaahan atas informasi keuangan yang akan dikeluarkan Emiten atau Perusahaan Publik kepada publik dan/atau pihak otoritas antara lain laporan keuangan, proyeksi, dan laporan lainnya terkait dengan informasi keuangan Emiten atau Perusahaan Publik;
  2. Melakukan penelaahan atau ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan kegiatan Emiten atau Perusahaan Publik;
  3. Memberikan pendapat independent dalam hal terjadi perbedaan antara manajemen dan Akuntan atas jasa yang diberikannya;
  4. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai penunjukan Akuntan yang didasarkan pada independensi, ruang lingkup penugasan, dan imbalan jasa;
  5. Melakukan penelaahan atas pelaksanaan pemeriksaan oleh auditor internal dan mengawasi pelaksanaan tindak lanjut oleh Direksi atas temuan auditor internal;
  6. Melakukan penelaahan terhadap aktivitas pelaksanaan manajemen risiko yang dilakukan oleh Direksi, jika Emiten atau Perusahaan Publik tidak memiliki fungsi pemantau risiko di bawah Dewan Komisaris;
  7. Menelaah pengaduan yang berkaitan dengan proses akuntansi dan pelaporan keuangan Emiten atau Perusahaan Publik;
  8. Menelaah dan memberikan saran kepada Dewan Komisaris terkait dengan adanya potensi benturan kepentingan Emiten atau Perusahaan Publik; dan
  9. Menjaga kerahasiaan dokumen, data dan informasi Emiten atau Perusahaan Publik.

Prinsip-prinsip GCG (Good Coorporate Governance) haruslah diterapkan oleh Komite Audit. Ada lima prinsip yang harus diterapkan oleh perusahaan, yaitu transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, serta kewajaran dan kesetaraan.

Transparansi (Transparency)

Perusahaan harus menyediakan informasi yang material dan relevan serta mudah diakses dan mudah dipahami oleh yang berkepentingan. Perusahaan harus dapat berinisiatif untuk mengungkapkan tidak hanya masalah yang diisyaratkan oleh peraturan perundang-undangan, tetapi juga hal yang penting untuk pengambilan keputusan oleh pemegang saham, kreditur, dan pemangku kepentingan lainnya.

Akuntabilitas (Accountability)

Perusahaan harus dapat mempertanggungjawabkan kinerjanya secara transparan dan wajar. Tugas dan tanggung jawab setiap organ perusahaan dan karyawan haruslah selaras dengan visi-misi dan terperinci, sehingga dapat memastikan sistem internal perusahaan dapat dikelola secara efektif. Akuntabilitas merupakan prasayarat yang diperlukan untuk menciptakan kinerja yang terukur dan berkesinambungan.

Baca Juga: Tidak Semua Bisnis Bisa Pakai Virtual Office

Related Post
Inilah Langkah Hukum Yang Dapat Ditempuh Bila Merek Anda Digunakan Orang Lain Tanpa Izin

Pengacara Hukum Perusahaan Jakarta - Merek adalah unsur terpenting dalam sebuah bisnis. Semakin terkenal sebuah merek, maka semakin berpotensi pula Read more

One thought on “Pentingnya Komite Audit Dalam Perusahaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *